<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cyberdakwah.NET</title>
	<atom:link href="http://cyberdakwah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cyberdakwah.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Allah, Dakwah dan Peradaban</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 01:41:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cyberdakwah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cyberdakwah.NET</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cyberdakwah.wordpress.com/osd.xml" title="cyberdakwah.NET" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cyberdakwah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bercermin Diri</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2010/07/20/bercermin-diri/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2010/07/20/bercermin-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 01:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Taujih]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Sahabatku, Dalam keseharian kehidupan ini, kita seringkali melakukan aktivitas bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita tatap, itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya, &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2010/07/20/bercermin-diri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=20&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabatku,</p>
<p>Dalam keseharian kehidupan ini, kita seringkali melakukan aktivitas  bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita  tatap, itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan  yang memungkinkan, kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin.  Mengapa demikian? Sebabnya, kurang lebih karena kita ingin selalu  berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin  berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan.</p>
<p>Hanya saja, jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri,  sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh  penampilan luar. Oleh karena itu marilah kita jadikan saat bercermin  tidak hanya topeng yang kita amat-amati, tapi yang terpenting adalah  bagaimana isi dari topeng yang kita pakai ini. Yaitu diri kita sendiri.</p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, &#8220;Apakah wajah ini yang  kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang  akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?&#8221;</p>
<p>Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, &#8220;Apakah mata ini  yang kelak  dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah yang  Mahaagung, menatap keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para  Nabi, menatap kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang akan  terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara?  Akankah mata terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa  gerangan yang kau tatap selama ini?&#8221;</p>
<p>Lalu tataplah mulut ini, &#8220;Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti  dapat menyebut kalimat thayibah, &#8216;laaillaahaillallaah&#8217;, ataukah akan  menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akhirat akan memakan  buah zakum yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta  menjadi peminum lahar dan nanah? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah,  dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Betapa banyak dusta yang  engkau ucapkan. Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau  kata-katamu yang mengiris tajam? Betapa banyak kata-kata yang manis  semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang?  Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama  Allah dengan tulus? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Allah  mengampunimu?&#8221;</p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Tataplah diri kita dan tanyalah, &#8220;Hai kamu ini anak shaleh atau anak  durjana? Apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini? Dan  apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan  menyusahkannya?! Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah  makhluk tiada tahu balas budi!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar,  bersukacita, bercengkrama di surga sana? Atau tubuh yang akan  tercabik-cabik hancur mendidih di dalam lahar membara jahannam tanpa  ampun dengan derita tiada akhir?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa  banyak orang-orang yang engkau zhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak  hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?  Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli  padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak yang engkau rampas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus  kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu?  Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok?  Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk  kotoran-kotoranmu?&#8221;</p>
<p>Sahabatku,</p>
<p>Ingatlah amal-amal kita, &#8220;Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau  menjijikkan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan  dibalik penampilanmu ini? Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang  menyebalkan? Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan  dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah engkau ini shaleh atau shalehah seperti yang engkau  tampakkan? Khusyu-kah shalatmu, zikirmu, do’amu, &#8230;ikhlaskah engkau  lakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi  makhluk riya tukang pamer!&#8221;</p>
<p>Sungguh  betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang  tersembunyi. Betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat  selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah busuk yang  terbungkus topeng-topeng duniawi!</p>
<p>Sahabat-sahabat sekalian,</p>
<p>Sesunguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat  mengenal dan menangisi diri ini.***</p>
<p><em>(Sumber : Jurnal MQ Vol.1/No.1/Mei 2001)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=20&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2010/07/20/bercermin-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/08/31/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/08/31/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 14:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/08/31/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-bulan-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/08/31/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-bulan-ramadhan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=17&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.</p>
<p>Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.</p>
<p>Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.</p>
<p>Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.</p>
<p>Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.</p>
<p>Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.</p>
<p>Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.</p>
<p>(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)</p>
<p>Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.</p>
<p>Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.</p>
<p>Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.</p>
<p>Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.</p>
<p>Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”</p>
<p>(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=17&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/08/31/khutbah-rasulullah-saw-menyambut-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melacak Karakter Istri Sholihah dalam Al Qur&#8217;an</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/06/19/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/06/19/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 15:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarbiyah A'iliyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/06/19/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel singkat ini menyajikan beberapa karakter perempuan sholihah yang diungkapkan beberapa ayat al-Quran. Pengungkapan ayat-ayat ini dikaitkan dengan upaya pembangunan keluarga yang diliputi suasana tentram, cinta kasih dan sayang atau keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah (samara) sebagaimana diungkapkan pada ayat: &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/06/19/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=16&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel singkat ini menyajikan beberapa karakter perempuan sholihah yang diungkapkan beberapa ayat al-Quran. Pengungkapan ayat-ayat ini dikaitkan dengan upaya pembangunan keluarga yang diliputi suasana tentram, cinta kasih dan sayang atau keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah (samara) sebagaimana diungkapkan pada ayat:</p>
<p>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. 30:21)</p>
<p>Ayat-ayat yang digunakan sebagian terkait langsung dengan posisi perempuan sebagai istri. Sebagian ayat lain tidak terkait langsung dengan posisi perempuan sebagai istri, akan tetapi bila kita telusuri lebih jauh, ayat-ayat ini berkaitan secara tidak langsung dengan posisi istri, semisal pengungkapan ayat-ayat terkait kisah Ratu Bilqis pada surat an-Naml atau ayat-ayat yang menggambarkan sifat para bidadari di surga. Insya Allah ayat-ayat ini akan diungkapkan dalam kerangka mengungkapkan karakter istri sholihah.</p>
<p>Untuk memudahkan pengkajian, penulis mengelompokkan ayat-ayat untuk menggambarkan karakter istri sholihah dalam tiga profil, yaitu:</p>
<p>Profil Kekasih<br />
Profil Ibu<br />
Profil Sahabat</p>
<p>1. Profil Kekasih</p>
<p>1.1. Taat kepada Allah</p>
<p>Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (QS. 66:5)</p>
<p>Menurut Muhammad Qutb, secara khusus ayat di atas merupakan pembelajaran bagi istri-istri Nabi, tentang makna kemuliaan sebagai istri di hadapan Allah swt. Akan tetapi orang beriman mendapatkan limpahan kerunia karena dapat mengambil pelajaran berharga dari pengajaran Allah ini.</p>
<p>Seorang perempuan sholihah itu pertama kali disifati dengan karakter ketaatannya kepada Allah swt. Mengapa kita menempatkan ketaatan kepada Allah ini sebagai karakter utama seorang kekasih? Jawabannya karena sebagai kekasih seorang itu mesti memelihara kecantikannya. Dan kecantikan hakiki seorang perempuan itu adalah pada ketaatan kepada Allah swt. Ini adalah puncak kecantikan batin, sebagaimana digambarkan Ibnul Qayyim. Dan kecantikan batin ini akan memperindah dan menyempurnakan kecantikan lahir.</p>
<p>Ketaatan kepada Allah diwujudkan dalam keimanan dan mewujudkan keyakinannya ini dalam amal perbuatan, taat terhadap semua aturan yang Dia tetapkan bagi perempuan muslimah, yang cepat menyadari kekeliruan dengan bertaubat, yang rajin beribadah, berpuasa dan senantiasa menjelajah kerajaanNya, ciptaanNya dan tanda-tanda keesaanNya dan kebenaran pengaturanNya di alam semesta. Inilah cakupan yang amat menyeluruh dari sifat keislaman bagi muslimah sholihah.</p>
<p>Diantara ketaatan praktis kepada Allah swt yang saat ini banyak ditinggalkan perempuan muslimah adalah berbusana menutup aurat (QS an Nuur:31 dan al-Ahzab:59). Ini merupakan fitnah yang amat serius, sebab Rasulullah saw pernah menegaskan,”Orang-orang perempuan yang berpakaian tetapi seperti telanjang, meliuk-liukan badannya dan rambutnya disasak, mereka tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium baunya surga, padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak amat jauh.” (HR. Muslim)</p>
<p>1.2 Taat kepada Suami</p>
<p>Perempuan yang sholihah, ialah yang ta&#8217;at kepada Allah lagi memelihara diri 289 ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) 290 (QS. 4:34)</p>
<p>289: Maksudnya: tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.</p>
<p>290: Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.</p>
<p>Rasulullah saw menyampaikan,”Jika seorang istri itu telah menunaikan shalat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya,dan taat kepada suaminya, maka akan dipersilakan kepadanya: masuklah ke Surga dari pintu mana yang kamu suka.&#8221; (HR Ibnu Hibban, al-Bazzar, Ahmad dan Thabrani, Albani menyatakan keshahihannya).</p>
<p>Pada pengajarannya yang lain, Rasulullah saw berkata,”Perempuan mana saja yang meninggalkan dunia sementara suaminya meridhainya pasti masuk Surga.&#8221; (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p>
<p>Sebaliknya kedurhakaan kepada suami akan mendatangkan kutukan dari Allah, para malaikat dan segenap manusia. Cukuplah pelajaran yang terdapat pada surat at-Tahrim menjadi peringatan bagi kaum muslimah.</p>
<p>Diantara sikap taat para istri kepada para suami adalah meminta ijin kepada suami jika hendak keluar rumah (tidak keluar rumah kecuali dengan ijin suami), tidak meminta bercerai tanpa alasan yang dibenarkan syariah, menjaga kesopanan dan kehormatan saat keluar rumah, tidak mengeraskan suara melebihi suami, tidak membantah suaminya dalam kebenaran, dan tidak menerima tamu yang dibenci suaminya ke dalam rumah, apalagi bermesraan dengan lelaki lain.</p>
<p>1.3. Lembut dan Pemalu</p>
<p>Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan dengan kemalu-maluan, ia berkata: &#8220;Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami&#8221; … (QS. 28:25)</p>
<p>Al Quran yang merupakan kalam Allah tak pernah menyampaikan sesuatu yang sia-sia. Begitu pula dengan disampaikannya sifat malu-malu pada ayat di atas, tentulah tersimpan hikmah untuk menggambarkan kemuliaan sifat perempuan.</p>
<p>Malu sendiri adalah bagian dari iman. Bahkan sebuah hadits pada Kumpulan 40 Hadits an-Nawawiy mengungkapkan: “Jika kamu tidak malu, maka lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan.” Penafsiran hadits ini paling tidak ada dua. Pertama, malu menjadi parameter apakah sebuah perbuatan layak dilakukan atau tidak. Kedua, orang yang rendah rasa malunya, akan melakukan apapun yang dia mau.</p>
<p>Sifat pemalu ini menunjukkan kemuliaan dan penjagaan kemuliaan dirinya. Bahkan sifat sopan dan pemalu ini dijadikan daya tarik pada bidadari, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat berikut:</p>
<p>Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya …(QS. 55:56)</p>
<p>Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Maka ni&#8217;mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. (QS. 55:70-72)</p>
<p>1.4. Pencinta</p>
<p>Rasulullah saw bersabda,”Dunia ini perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan yang shalihah.” (HR Muslim). Kata perhiasan terkait dengan makna keindahan. Seorang perempuan shalihah senantiasa menjaga daya tarik dirinya bagi suaminya. Isyarat tentang para bidadari menggambarkan keindahan dan keadaan penuh cinta pada mereka.</p>
<p>Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. 56:22-23)</p>
<p>Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung 1452, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (QS. 56:35-37)</p>
<p>1452: Maksudnya mereka diciptakan tanpa melalui kelahiran dan menjadi gadis.</p>
<p>Rasulullah saw mengisyaratkan keadaan istri terbaik,”Istri yang paling baik adalah, bila suami memandang kepadanya memberikan kebahagiaan; Bila menyuruhnya, mentaatinya.; Bila sang suami bepergian, ia menjaga dirinya dan hartanya.&#8221; (HR An-Nasai dan dishahihkan oleh al-Iraqi).</p>
<p>Istri shalihah senantiasa menyenangkan hati suaminya dan menjaga suasana mesra tetap bersemi dalam keluarga. “Sesungguhnya apabila seorang suami menatap istrinya dan istrinya membalas pandangan (dengan penuh cinta kasih), maka Allah menatap mereka dengan pandangan kasih sayang. Dan jika sang suami membelai tangan istrinya, maka dosa mereka jatuh berguguran di sela-sela jari tangan mereka.&#8221; (HR Maisaroh bin Ali dari Abu Said bin al-Khudri).</p>
<p>Saat ini para suami dihadapkan pada godaan besar di sisi hubungan intim pria-wanita. Banyak perempuan yang secara sadar atau tidak telah menjadi penggoda kaum pria baik langsung ataupun tak langsung. Maka menjadi salah satu tanggung jawab mulia bagi para istri untuk membantu para suami mencurahkan cinta mereka pada sesuatu yang halal. Di sinilah makna larangan bagi para istri menolak ajakan para suami, seperti tercatat dalam pengarahan Rasulullah saw berikut ini:</p>
<p>“Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak sehingga suaminya semalaman marah kepadanya, maka malaikat mengutuknya hingga pagi.&#8221; (Muttafaqun alaihi)</p>
<p>Jadi hadits ini mesti ditempatkan dalam kerangka menjaga hubungan mesra dan cinta; Bukan menempatkan perempuan dalam posisi tertekan dan terpaksa dalam menjalankan hubungan intim suami-istri.</p>
<p>2. Profil Ibu**</p>
<p>2.1. Memiliki Visi Pendidikan untuk Mengabdi kepada Allah</p>
<p>Ingatlah), ketika isteri &#8216;Imran berkata: &#8220;Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;. Maka tatkala isteri &#8216;Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: &#8220;Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk&#8221;. (QS. 3:35-36)</p>
<p>Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo&#8217;a: &#8220;Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni&#8217;mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri&#8221;. (QS. 46:15)</p>
<p>Ayat-ayat di atas mengajarkan agar para Ibu muslimah menjadikan visi terbesar pendidikan anak untuk menjadikan mereka para hamba Allah yang senantiasa berkhidmat kepada Allah swt. Kesuksesan utama orang tua dalam pendidikan anak adalah manakala mereka menjadi orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah.</p>
<p>Sikap syukur ini menyiratkan kebaikan-kebaikan mereka terhadap sesama manusia. Sebab syukur dalam makna yang luas berarti memanfaatkan segala kebaikan Allah swt untuk mentaatiNya. Artinya berbagai perbuatan kebajikan adalah perwujudan terima kasih kita kepada Allah. Dalam kerangka berpikir ini kita menemukan pentingnya pendidikan bagi anak, sebab pendidikan lah yang akan membuat seorang manusia memiliki karakter atau akhlak mulia.</p>
<p>Untuk itu seorang Ibu dituntut melengkapi wawasan dan pengetahuannya untuk mendidik anak-anak. Diantara pengetahuan mendasar bagi anak-anak adalah:</p>
<p>§ Dalam sisi keagamaan: tilawah Quran (serta pemahamannya pada hal-hal mendasar) dan sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya ra. Pengetahuan dasar keagamaan ini akan menjadi fondasi bagi kekokohan aqidah dan akhlak.</p>
<p>§ Dalam sisi pengetahuan dan keterampilan umum: komunikasi-berbahasa (termasuk sastra), logika-matematika, pengetahuan sejarah dan musik-bernyanyi.</p>
<p>2.2. Memiliki Keyakinan Kuat terhadap Janji Allah</p>
<p>Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa: &#8220;Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. (QS. 28:7)</p>
<p>Dalam menghadapi berbagai tantangan jaman, seorang Ibu mesti senantiasa optimis, bahwa Allah akan menolong mereka mendidik anak-anaknya menjadi manusia berguna di masa depan. Sikap teguh Ibunda Nabi Musa sebagaimana digambarkan pada surat al-Qashash menjadi teladan utama dalam bersikap yakin akan bantuan Allah swt ini.</p>
<p>Ibu Musa ditakdirkan melahirkan anaknya dalam kondisi amat berat, yaitu ketika Firaun, penguasa yang amat zhalim saat itu, mengeluarkan perintah untuk membunuh anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil, karena alasan ketakutan akan runtuhnya kerajaannya. Akan Allah swt memerikan keteguhan kepada Ibu Musa dan dengan dibantu oleh kakak perempuan Musa, Ibu Musa berhasil melalui masa-masa sulit tersebut untuk melindungi dan memelihara Musa.</p>
<p>Kisah di atas menjadi pelajaran berharga bagi para ibu muslimah. Saat ini tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak-anak amat besar. Kita dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mendidik anak-anak, mulai dari seleksi pendidikan yang berkualitas, tantangan finansial, tantangan lingkungan hingga tantangan pada diri kita sendiri. Untuk tantangan lingkungan, kita menyaksikan banyaknya “polusi” berita dan informasi tentang kekerasan atau tindakan a-susila baik dalam bentuk tulisan ataupun tayangan-tayangan audio visual.</p>
<p>Dalam kondisi ini peran para Ibu amatlah besar untuk menjaga anak-anak agar tumbuh pada fitrah kesuciannya. Modal paling besar bagi para Ibu adalah kedekatan dengan Allah swt, memahami pengarahan (taujih) dan pengajaran dari Allah swt melalui al-Quran dan sunnah NabiNya. Untuk itu para Ibu hendaknya senantiasa mengadakan pengkajian yang mendalam terhadap dua sumber utama ajaran Islam ini</p>
<p>Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS. 33:34)</p>
<p>2.3. Penuh Suka Cita dalam Mendidik</p>
<p>Dan berkatalah istri Fir&#8217;aun: &#8220;(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfa&#8217;at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak&#8221;, sedangkan mereka tiada menyadari. (QS. 28:9)</p>
<p>Sikap kasih sayang kepada anak-anak adalah fitrah yang Allah berikan kepada para Ibu untuk mendidik anak-anak mereka. Selama fitrah ini terjaga baik, seorang Ibu akan menjadikan perhatian pada anak sebagai perhatian terbesar dalam hidupnya. Kisah jatuh cintanya Asiyah istri Firaun kepada bayi Musa diabadikan al Quran untuk menggambarkan fitrah ini. Padahal Musa bukanlah anak kandungnya sendiri. Hendaknya sikap kasih sayang ini terus menyertai proses pendidikan anak.</p>
<p>Satu tantangan yang dihadapi para Ibu masa kini adalah tarikan untuk berkarir dan mencari penghasilan yang besar. Tarikan ini terjadi karena struktur sosial-ekonomi-masyarakat yang “memaksa” sebagian ibu-ibu untuk bekerja mencari nafkah. Padahal di dalam ajaran Islam, kewajiban mencari nafkah ini ada pada pundak para bapak. Motivasi lain adalah karena adanya kelemahan pola hubungan suami-istri. Sebagian istri merasa khawatir dirinya direndahkan oleh suami apabila tidak memiliki penghasilan sendiri. Tentu saja kondisi ini pun tidak seharusnya terjadi dalam keluarga muslim, sebab ajaran Islam telah memerintahkan para suami untuk bersikap kasih sayang dan adil dalam memimpin rumah tangga. Yang patut diwaspadai adalah ketika kaum perempuan justru sangat menikmati karirnya, sehingga meletakkan masalah pendidikan dan kasih sayang kepada anak pada prioritas ke sekian dibandingkan karirnya. Bahkan misalnya pada sebagian kalangan perempuan ada pandangan bahwa memiliki anak itu akan mengganggu karir mereka.</p>
<p>3. Profil Sahabat (Mitra)</p>
<p>3.1. Pencari Kebenaran</p>
<p>Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat 1462. (QS. 58:1)</p>
<p>1462: Sebab turunnya ayat ini adalah berhubungan dengan persoalan seorang wanita yang bernama Khaulah binti Tsa&#8217;labah yang telah didzihar oleh suaminya Aus bin Shamit, yaitu dengan mengatakan kepada isterinya: &#8220;Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku&#8221;, dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli isterinya, sebagaimana ia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut adat Jahiliyah kalimat seperti itu sudah sama dengan menthalak isteri. Maka Khaulah mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw menjawab bahwa dalam hal ini belum ada keputusan dari Allah. Dan pada riwayat yang lain, Rasulullah saw mengatakan: &#8220;Engkau telah diharamkan bersetubuh dengan dia&#8221;. Lalu Khaulah berkata: &#8220;Suamiku belum menyebut kata-kata thalak&#8221;. Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah saw agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini, sehingga kemudian turunlah ayat ini dan ayat-ayat berikutnya.</p>
<p>Seorang muslimah hendaklah terus bersemangat mencari dan menegakkan kebenaran sebagaimana ditunjukkan pada contoh sahabiyah Khaulah binti Tsalabah ini. Dengan demikian ia akan menjadi partner diskusi yang handal bagi suaminya.</p>
<p>3.2. Memiliki Kriteria Tepat tentang Pendamping Hidup</p>
<p>Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: &#8220;Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya&#8221;. (QS. 28:26)</p>
<p>Menilik ayat di atas, sepertinya karakter ini berlaku bagi mereka yang belum menikah. Ayat di atas mengungkapkan kalimat putri seorang yang sholih di negeri Madyan, negeri tempat Musa muda melarikan diri dari kejaran Firaun. Sebagian penafsir mengatakan orang sholih ini adalah Nabi Syu’aib as. Begitulah gambaran seorang gadis yang cerdas dan sholihah menginterpretasikan sifat baik seorang pemuda. Ia tempatkan gejolak curahan hatinya mencari pasangan hidup, sekaligus melindungi posisinya dari kemestiannya bekerja dengan saudara perempuannya, karena sang ayah telah lanjut usia. Sang ayah pun memahami rahasia yang disembunyikan anak gadisnya. Setelah berbincang dengan Musa, ia menawari Musa untuk bekerja di tempatnya, dan ia berjanji akan menikahkan Musa dengan putrinya (kisah ini ada pada rangkaian ayat di atas, sebelum dan sesudahnya)</p>
<p>Akan tetapi bagi para muslimah yang telah menikah pun kisah di atas mengungkap pelajaran berharga. Perhatikanlah, perempuan sholihah meletakkan parameter lahir dan batin secara seimbang dalam berinteraksi dengan pasangan hidupnya. Maka semestinya apresiasi seorang istri kepada pasangannya pun selalu seimbang diantara sisi fisik dan psikis. Dalam kehidupan berumah tangga ini dapat diterjemahkan dalam bentuk perhatian pada pola makanan, pola istirahat, olah raga dan juga pada pola pendidikan serta pola ibadah ritual yang senantiasa mewarnai kehidupan suami-istri. Semakin panjang usia pernikahan, semakin terasa kebutuhan untuk saling mengingatkan dalam menjaga kondisi prima fisik dan psikis.</p>
<p>3.3. Kesetaraan di Hadapan Allah</p>
<p>Dikatakan kepadanya: &#8220;Masuklah ke dalam istana&#8221;. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: &#8220;Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca&#8221;. Berkatalah Balqis: &#8220;Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam&#8221;. (QS. 27:44)</p>
<p>Ketika Ratu Balqis telah menyaksikan kerajaan besar yang Allah karuniakan kepada Nabi Sulaiman as dan mengetahui siapakah yang benar-benar harus disembah di muka bumi ini, sadarlah ia bahwa ternyata perbuatannya dan kaumnya (di antaranya menyembah matahari) adalah perbuatan yang zhalim. Akan tetapi perhatikanlah, Ratu Bilqis tidak pernah menyatakan ketundukan kepada Sulaiman. Yang ia ucapkan adalah bahwa ia bersama Sulaiman tunduk patuh, berserah diri kepada Allah swt.</p>
<p>Dari ayat ini kita mendapatkan taujih Rabbani (pengarahan Ilahi), bahwa kedudukan kaum perempuan dan kaum lelaki di hadapan Allah swt itu sama, yaitu sebagai hamba. Islam telah memuliakan kedudukan kaum perempuan. Untuk itu kaum muslimah hendaknya senantiasa menjaga kemuliaan ini dan bahu-membahu bersama para suami mereka dalam menegakkan kebenaran.</p>
<p>3.4. Berkontribusi Aktif dalam Kerja Sosial dan Da’wah</p>
<p>Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu&#8217;min 1219, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta&#8217;atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu&#8217;, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. 33:35)</p>
<p>1219: Yang dimaksud dengan &#8220;orang muslim&#8221; di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud &#8220;orang yang mu&#8217;min&#8221; di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.</p>
<p>Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): &#8220;Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain 259. (QS. 3:195)</p>
<p>Sebab turunnya dua ayat di atas terkait langsung dengan kehidupan para muslimah di masa kehidupan Nabi Muhammad saw. Ayat pada surat al Ahzab turun karena adanya ucapan Ummu ‘Imarah al-Anshari kepada Rasulullah saw,”Kami menyaksikan segala sesuatu (terkait ajaran Islam) hanya bagi lelaki dan kami tidak melihat kaum perempuan disebut-sebut.” (diriwayatkan at-Tirmidzi melalui Ikrimah). Atau melalui Ibnu ‘Abbas diriwayatkan bahwa para muslimah berkata kepada Nabi saw,”Ya Rasulullah, mengapa hanya disebutkan kaum beriman lelaki dan tidak disebutkan kaum beriman perempuan?” (diriwayatkan ath-Thabrani). Sedangkan pada riwayat lain dikabarkan bahwa para muslimah menanyakan mengapa hanya para istri Nabi yang disebutkan. Mereka berkata,”Kalaulah pada kami ada kebaikan, tentu kami disebutkan.” Maka Allah swt menurunkan ayat di atas. (diriwayatkan Ibnu Sa’ad dari Qatadah)</p>
<p>Adapun untuk ayat pada akhir surat Ali ‘Imran, diriwayatkan bahwa Ummu Salamah berkata,”Ya Rasulullah, aku tidak mendengar Allah menyebutkan kaum perempuan dalam peristiwa Hijrah sedikitpun.” Maka Allah swt menurunkan ayat tersebut. (diriwayatkan oleh Abdur Razaq, Said bin Manshur, at-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Abi Hatim).</p>
<p>Setelah kita ketahui konteks sosial sebab turunnya, ayat-ayat di atas semakin meneguhkan adanya peran sosial dan da’wah yang penting dari kaum perempuan sejak masa pertama turunnya ajaran Islam. Ini berlaku bagi semua perempuan. Mereka tidak kalah dengan kaum lelaki dalam melakukan seluruh aktifitas kehidupan, mulai yang sifatnya ibadah ritual hingga aktifitas sosial dalam rangka memperbaiki kondisi masyarakat.</p>
<p>WaLlaahu a&#8217;lamu bish shawwab.</p>
<p>Beberapa Buku Bacaan</p>
<p>Aisyah Abdurahman, Istri-istri Nabi saw., Pustaka Mantiq, 1988<br />
Abu Mohd Rosyid Ridho, Wanita Sholihah: Ciri-ciri dan Fungsinya, Hikmah, Medan, 1985<br />
Ibnu Ahmad Dahri, Peran Ganda Wanita Modern, Pustaka al-Kautsar, 1991<br />
Ibnul Qayyim, Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu.<br />
Ibrahim bin Shalih al-Mahmud, Kiat Hidup Bahagia dengan Suami Anda, Firdaus, 1992<br />
Khairiyah Husain Thaha, Konsep Ibu Teladan: Kajian Pendidikan Islam, Risalah Gusti, 1992<br />
Muhammad Qutb, Figur Wanita Sorga dan Neraka, Penerbit Amarpress, 1987<br />
As-Suyuthi, Asbabun Nuzul.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=16&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/06/19/melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami adalah Da&#8217;i</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/kami-adalah-dai/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/kami-adalah-dai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/kami-adalah-dai/</guid>
		<description><![CDATA[Nahnu Du’aatun Qabla Kulli Syai’in. Kami adalah dai sebelum jadi apapun”. Suatu gambaran pribadi yang unik dengan penataan resiko terencana untuk meraih masa depan bersama Allah dan Rasul-Nya. Inilah kafilah panjang, pembawa risalah kebenaran yang tak putus sampai ke suatu &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/kami-adalah-dai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=14&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="snap_preview">Nahnu Du’aatun Qabla Kulli Syai’in. Kami adalah dai sebelum jadi apapun”.</p>
<p>Suatu gambaran pribadi yang unik dengan penataan resiko terencana untuk meraih masa depan bersama Allah dan Rasul-Nya. Inilah kafilah panjang, pembawa risalah kebenaran yang tak putus sampai ke suatu terminal akhir kebahagiaan surga penuh ridha Allah swt.<br />
Setiap muslim adalah dai. Kalau bukan dai kepada Allah, berarti ia adalah dai kepada selain Allah, tidak ada pilihan ketiganya. sebab dalam hidup ini, kalau bukan Islam berarti hawa nafsu. Dan hidup di dunia adalah jenak-jenak dari bendul waktu yang tersedia untuk memilih secara merdeka, kemudian untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Rabbul insan kelak. Bagi muslim, dakwah merupakan darah bagi tubuhnya, ia tidak bisa hidup tanpanya. Aduhai, betapa agungnya agama Islam jika diemban oleh rijal (orang mulia).</p>
<p>Dakwah merupakan aktivitas yang begitu dekat dengan aktivitas kaum muslimin. Begitu dekatnya sehingga hampir seluruh lapisan terlibat di dalamnya.Sayang keterlibatan tersebut tidak dibekali Fiqh Dakwah” sehingga kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada kebaikan yang diperbuat.</p>
<p>Disini menjadi jelas akan pentingnya kebutuhan terhadap fiqh dakwah, sebagaimana digambarkan para ulama, bahwa kebutuhan manusia akan ilmu lebih sangat daripada kebutuhan terhadap makan dan minum”. Sehinga penting bagi kaum muslimin yang telah dan hendak terjun dalam kancah dakwah untuk membekali diri dengan pemahaman yang utuh terhadap Islam dan dakwah Islam. Karena orang yang piawai dalam menyampaikan namun tidak memiliki pemahaman yang benar terhadap Islam sama bahayanya” dengan orang yang memiliki pemahaman yang benar akan tetapi bodoh di dalam menyampaikan, mengapa?</p>
<p>Pertama; ia akan menyesatkan kaum muslimin dengan kepiawaiannya (logika kosongnya). Kedua; Hal itu akan menjadi dalil” bagi orang-orang kafir dalam kekafirannya (keungulan bungkusannya).</p>
<p>Adalah fiqh dakwah merupakan sarana untuk menjembatani lahirnya pemahaman yang shahih terhadap Islam didukung kemampuan yang baik di dalam menyampaikan. Sehingga dengan aktivitas dakwah ini ummat dapat menyaksikan Islam” dalam diri, keluarga dan aktivitas para dai yang melakukan perbaikan ummat secara integral, mengeluarkan manusia dari pekat jahiliyah menuju cahaya Islam.</p>
<p>Bagi mereka yang yang berjalan diatas rel kafilah dakwah menuju cahaya dan kebahagiaan dunia dan akherat, dapat melihat prinsip-prinsip dakwah dan kaidah- kaidahnya, agar menjadi hujjah atau pegangan bagi manusia dan menjadi alasan di hadapan Allah, Ustadz Jum’ah Amin Abdul Aziz memaparkan tentang hal ini, yaitu; Fiqh Da’wah: Prinsip dan kaidah dasar Dakwah”, yang diambil dari usul fiqh sebagai bekal para dai tersebut adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Qudwah (teladan) sebelum dakwah<br />
2. Menjalin keakraban sebelum pengajaran<br />
3. Mengenalkan Islam sebelum memberi tugas<br />
4. Bertahap dalam pembebanan tugas<br />
5. Mempermudah, bukan mempersulit<br />
6. Menyampaikan yang ushul (dasar) sebelum<br />
yang furu’ (cabang)<br />
7. Memberi kabar gembira sebelum ancaman<br />
8. Memahaman, bukan mendikte<br />
9. Mendidik bukan menelanjangi<br />
10 Menjadi murid seorang imam, bukan<br />
muridnya buku.<br />
Harapan, kiranya Allah swt senantiasa mencurahkan taufiq dan petunjuk-Nya kepada para dai yang ikhlas menyeru manusia ke jalan Allah, memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat serta tempat kerja, sehingga Allah terlibat dalam urusan dan kebijakan-kebijakan yang akan ditetapkan untuk orang banyak, demi tegaknya tatanan Islam yang indah dalam kehidupan dengan bimbingan Alah dan sesuai panduan manhaj (aturan) dakwah Rasulullah saw. Wallahu ‘alam (www.dakwatuna.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=14&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/kami-adalah-dai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu…</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/ya-allah-alangkah-bahagianya-calon-suamiku-itu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/ya-allah-alangkah-bahagianya-calon-suamiku-itu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/ya-allah-alangkah-bahagianya-calon-suamiku-itu%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.“Wahai &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/ya-allah-alangkah-bahagianya-calon-suamiku-itu%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=13&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah.<span></span> Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.“Wahai saudaraku Zahid?.selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.</p>
<p>“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.</p>
<p>“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?,” kata Rasulullah SAW.</p>
<p>Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”</p>
<p>” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.</p>
<p>Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.</p>
<p>“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”</p>
<p>Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”</p>
<p>Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.</p>
<p>Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”</p>
<p>Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?.”</p>
<p>Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini?. bukankah lebih disuruh masuk?”</p>
<p>“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.</p>
<p>Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah?..!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.</p>
<p>Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau?bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”</p>
<p>Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”</p>
<p>Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”</p>
<p>Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur?an surat 24 : 51. <em>?Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat?. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.</em> (QS. 24:51)”</p>
<p>Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>“Bagaimana Zahid?”</p>
<p>“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.</p>
<p>“Sudah ada persiapan?”</p>
<p>Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”</p>
<p>Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.</p>
<p>Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”</p>
<p>Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?”.</p>
<p>Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus.”</p>
<p>Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”</p>
<p>Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!”</p>
<p>Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut,<em> ?Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.?</em> (QS. 9:24).</p>
<p>Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.</p>
<p>Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”</p>
<p>Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur?an surat 3 : 169-170 dan 2:154). <em>?Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati?.</em>(QS 3: 169-170).</p>
<p><em>?Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.?</em> (QS. 2:154).</p>
<p>Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”</p>
<p><strong>HIKMAH</strong><br />
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, “Untuk Allah di atas segalanya, <em>and die as syuhada.</em>“<br />
Jazakumullah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=13&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/ya-allah-alangkah-bahagianya-calon-suamiku-itu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shohib An Naqb, Sang Penguasa Pintu</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/shohib-an-naqb-sang-penguasa-pintu/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/shohib-an-naqb-sang-penguasa-pintu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/shohib-an-naqb-sang-penguasa-pintu/</guid>
		<description><![CDATA[Panglima Besar Maslamah menghadapi suatu masalah besar dalam sebuah operasi militernya. Daerah musuh yang akan ditaklukkannya terbentang di hadapannya. Namun benteng kokoh berdiri tegak, seakan tak akan bisa ditembus kekuatan tentara nya. Ia berpikir keras strategi apa yang akan dilakukannya. Pertempuran &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/shohib-an-naqb-sang-penguasa-pintu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=12&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panglima Besar Maslamah menghadapi suatu masalah besar dalam sebuah operasi militernya. Daerah musuh yang akan ditaklukkannya terbentang di hadapannya. Namun benteng kokoh berdiri tegak,<span></span> seakan tak akan bisa ditembus kekuatan tentara nya.</p>
<p class="entrytext">
<p class="snap_preview">Ia berpikir keras strategi apa yang akan dilakukannya. Pertempuran umum dengan mengerahkan tentara begitu saja ke dekat benteng tentu akan memakan banyak banyak korban. Benteng demikian tinggi, penjagaannya sangat ketat. Anak panah dengan mudah bermuntahan ke bawah, jika para mujahidin berada di bawahnya. Sedangkan Maslamah sadar bahwa meskipun setiap mujahidin menginginkan syahadah di medan laga, ia harus memperkecil kemungkinan banyaknya tentara yang gugur. Jumlah mereka sangat minim dibandingkan lasykar musuh.</p>
<p>Tiba-tiba ia menemukan jalan. Dilihatnya sebuah lorong dalam benteng kurang terjaga kuat. Jika lorong tersebut dapat ditembus dan membuka pintunya, pastilah para mujahidin dengan mudah menyerang ke dalam benteng. Tetapi masalahnya pekerjaan itu tak dapat dilakukan secara terang-terangan yang melibatkan banyak pasukan. Ini akan menarik perhatian dan menimbulkan kepanikan. Strategi dapat terbaca, mereka jelas akan mengerahkan kekuatan untuk mempertahankan pintu tersebut mati-matian. Berarti perkerjaan itu harus dilakukan oleh seorang yang kuat dan pemberani. Yang dapat menyelinap dan menaklukkan para penjaga tanpa membuat kehebohan.</p>
<p>Di perkemahan pertahanannya Maslamah pun mengumpulkan para mujahidin. Diceritakanlah taktik yang tengah dipikirkannya, kemudian ia bertanya: “Siapakah yang berani merelakan dirinya untuk mengemban tugas ini?”. Tak ada jawaban. Para Mujahidin saling berpandangan seakan-akan mereka tak dapat membanyangkan bahwa tugas itu dapat diselesaikan oleh seorang saja. Maslamah mengulang pertanyaannya Tetap tak ada jawaban. “Ini suatu pekerjaan yang mustahil…” pikir mereka.</p>
<p>Maslamah tercenung. Apakah strategi yang paling mungkin harus diubahnya? Tak adakah seorang prajurit yang relah berkorban demi terbukanya peluang ini? Maslamah hampir putus asa. Tetapi, tiba-tiba datanglah seorang mendekatinya. Dari atas pelana kudanya orang itu pun berseru: “Saya yang akan mengerjakan tugas itu, wahai Maslamah!”.</p>
<p>Maslamah terkejut. Dipandangnya orang yang tiba-tiba saja berada dihadapan nya. Dia berbadan tegap. Di pinggangnya terselip pedang. Sorot matanya menampakkan kejantanan. Tetapi, ya Allah! Ia menyembunyikan wajahnya di balik kain penutup kepala yang dibelitkan ke wajahnya. Hanya mata dan pangkal hidungnya saja yang nampak. Doa Maslamah mengiringi kepergian orang itu. Mudah-mudahan Allah menolongnya…” bisiknya.</p>
<p>Tak lama kemudian tampaklah orang itu memberi isyarat. Ia telah menaklukkan para penjaga dengan mudah dan berhasil menguasai pintu masuk. Maka menyerbulah mujahidin Islam ke benteng. Pertempuran dahsyat terjadi. Jerit takbir dan dentingan pedang-pedang yang berbenturan bersahutan silih berganti. Allah swt. melimpahkan karunianya dengan kemenangan yang dicapai kesatuan Maslamah.</p>
<p>Seusai pertempuran, Maslamah kembali berteriak: “Wahai Shahib an Naqb (si penguasa pintu) siapakah engkau sebenarnya? Marilah kemari, kenalkan dirimu!” Tak ada seorang pun yang menyahut, mengaku sebagai Shahib an Naqb. Para mujahidin hanya bisa saling berpandangan. Mereka juga ingin mengetahui siapa sebenarnya manusia yang gagah perkasa itu.</p>
<p>Selang beberapa lama datanglah seseorang ke kediaman Maslamah. Orang itu berkata: “Jika tuan ingin mengetahui siapakah sebenarnya Shohib an Naqb, saya dapat memberi tahu.” Engkaukah Shohib an Naqb?” sergah Maslamah. “Sebelum saya memberi tahu siapa Shohib an Naqb, tuah harus memenuhi tiga syarat,” kata orang itu lagi.</p>
<p>Maslamah penasaran. Dengan segera ia menyetujui persyaratan yang diajukan. “Silahkan sebutkan…!” katanya.</p>
<p>Orang itu berkata: “Pertama tuan jangan bertanya siapa nama Shohib an Naqb. Kedua jangan memberi hadiah apapun kepadanya. Ketiga, jangan ceritakan peristiwa ini kepada Amirul Mu’minin!”</p>
<p>“Baik!” jawab Maslamah. “Katakan siapakah Shohib an Naqb?”</p>
<p>“Sayalah Shohib an Naqb!” kata orang tersebut.</p>
<p>Setelah kejadian itu, panglima perang Maslamah mengangkat tangan dan berdoa: “Ya Allah! Kumpulkan aku di surga bersama Shohib an Naqb!”.</p>
<p>Seorang yang ikhlas akan mengutamakan kerja daripada berbicara. Kerja yang dihasilkan bukan untuk dibicarakan atau disebarluaskan dan dibanggakan.</p>
<p>Subhanallah, Maha Suci Allah dan Dialah Yang Maha Agung.</p>
<p>sumber : btm3.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=12&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/shohib-an-naqb-sang-penguasa-pintu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa yang tahu maksud Allah?</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/siapa-yang-tahu-maksud-allah/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/siapa-yang-tahu-maksud-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/siapa-yang-tahu-maksud-allah/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/siapa-yang-tahu-maksud-allah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=11&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="entrytext">
<p class="snap_preview">Rasulullah pada suatu waktu pernah berkisah. Pada zaman sebelum kalian, pernah ada seorang raja yang amat dzalim. Hampir setiap orang pernah merasakan kezalimannya itu. Pada suatu ketika, <span></span>raja zalim ini tertimpa penyakit yang sangat berat. Maka seluruh tabib yang ada pada kerajaan itu dikumpulkan. Dibawah ancaman pedang, mereka disuruh untuk menyembuhkannya. Namun sayangnya tidak ada satu tabib pun yang mampu menyembuhkannya.</p>
<p>Hingga akhirnya ada seorang Rahib yang mengatakan bahwa penyakit sang raja itu hanya dapat disembuhkan dengan memakan sejenis ikan tertentu, yang sayangnya saat ini bukanlah musimnya ikan itu muncul ke permukaan. Betapa gembiranya raja mendengar kabar ini. Meskipun raja menyadari bahwa saat ini bukanlah musim ikan itu muncul kepermukaan namun disuruhnya juga semua orang untuk mencari ikan itu. Aneh bin ajaib walaupun belum musimnya, ternyata ikan itu sangatlah mudah ditemukan. Sehingga akhirnya sembuhlah raja itu dari penyakitnya.</p>
<p>Di lain waktu dan tempat, ada seorang raja yang amat terkenal kebijakannya. Ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Pada suatu ketika, raja yang bijaksana itu jatuh sakit. Dan ternyata kesimpulan para tabib sama, yaitu obatnya adalah sejenis ikan tertentu yang saat ini sangat banyak terdapat di permukaan laut. Karena itu mereka sangat optimis rajanya akan segera pulih kembali.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi? Ikan yang seharusnya banyak dijumpai di permukaan laut itu, tidak ada satu pun yang nampak..! Walaupun pihak kerajaan telah mengirimkan para ahli selamnya, tetap saja ikan itu tidak berhasil diketemukan. Sehingga akhirnya raja yang bijaksana itu pun meninggal…</p>
<p>Dikisahkan para malaikat pun kebingungan dengan kejadian itu. Akhirnya mereka menghadap Tuhan dan bertanya, “Ya Tuhan kami, apa sebabnya Engkau menggiring ikan-ikan itu ke permukaan sehingga raja yang zalim itu selamat; sementara pada waktu raja yang bijaksana itu sakit, Engkau menyembunyikan ikan-ikan itu ke dasar laut sehingga akhirnya raja yang baik itu meninggal?”</p>
<p>Tuhan pun berfirman, “Wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya raja yang zalim itu pernah berbuat suatu kebaikan. Karena itu Aku balas kebaikannya itu didunia, sehingga pada waktu dia datang menghadap-Ku, tidak ada lagi kebaikan sedikitpun yang dibawanya. Dan Aku akan tempatkan ia pada neraka yang paling bawah !</p>
<p>Sementara raja yang baik itu pernah berbuat salah kepada-Ku, karena itu Aku hukum dia didunia dengan menyembunyikan ikan-ikan itu, sehingga nanti dia akan datang menghadap-Ku dengan seluruh kebaikannya tanpa ada sedikit pun dosa padanya, karena hukuman atas dosanya telah Kutunaikan seluruhnya di dunia!”</p>
<p>Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dari kisah bersayap ini.</p>
<p>Pelajaran pertama adalah: Ada kesalahan yang hukumannya langsung ditunaikan Allah di dunia ini juga; sehingga dengan demikian di akhirat nanti dosa itu tidak diperhitungkan-Nya lagi. Keyakinan hal ini dapat menguatkan iman kita bila sedang tertimpa musibah.</p>
<p>Pelajaran kedua adalah: Bila kita tidak pernah tertimpa musibah, jangan terlena. Jangan-jangan Allah ‘menghabiskan’ tabungan kebaikan kita. Keyakinan akan hal ini dapat menjaga kita untuk tidak terbuai dengan lezatnya kenikmatan duniawi sehingga melupakan urusan ukhrowi.</p>
<p>Pelajaran ketiga adalah: Musibah yang menimpa seseorang belum tentu karena orang itu telah berbuat kekeliruan. Keyakinan ini akan dapat mencegah kita untuk tidak berprasangka buruk menyalahkannya, justru yang timbul adalah keinginan untuk membantu meringankan penderitaannya.</p>
<p>Pelajaran keempat adalah: <strong>Siapa yang tahu maksud Allah?</strong></p>
<p>sumber: btm3.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=11&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/siapa-yang-tahu-maksud-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cermin diri</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/cermin-diri/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/cermin-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/cermin-diri/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu masa, ada seorang pria kaya raya berpesan kepada pembantunya, “Aku akan pergi ke luar negeri selama setahun untuk urusan bisnis. Selama aku pergi aku minta kau membangun sebuah rumah. Pilihlah bentuk dan desainnya sesuai kehendakmu. Besar atau kecil &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/cermin-diri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=10&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu masa, ada seorang pria kaya raya berpesan kepada pembantunya, “Aku akan pergi ke luar negeri selama setahun untuk urusan bisnis. Selama aku pergi aku minta kau membangun sebuah rumah. Pilihlah bentuk dan desainnya sesuai kehendakmu. <span></span>Besar atau kecil terserah kau. Ini aku kasih uang untuk membeli bahan bangunan, o­ngkos kerja tukang, serta gajimu selama membangun rumah tersebut.”Seminggu kemudian berangkatlah sang majikan ke luar negeri. Alangkah senangnya si pembantu mendapat proyek basah. Seumur-umur ia belum pernah mengelola uang sebanyak ini. Otak liciknya segera berputar. Selama mengerjakan tugas, si pembantu menggelapkan nilai proyek. Caranya, mark-up sana, sunat sini. Ia memakai bahan-bahan bangunan yang sepintas terlihat bagus padahal kualitasnya jelek. “Toh nantinya pada saat rumah ini mulai rusak, saya pasti tak lagi bekerja disini” begitu pikirnya.</p>
<p>Setahun kemudian sang majikan pulang. Ia menanyakan rumah baru tersebut.</p>
<p>“Beres Tuan! Segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Rumah sudah siap ditempati,” kata si pembantu dengan bangga.</p>
<p>“Baik. Nah, apakah kamu sendiri merasa puas sengan hasil karyamu?” sang majikan bertanya.</p>
<p>“Oh, ya tentu saja Tuan,” jawab si pembantu.</p>
<p>“Baik, kalau begitu,” jawab sang majikan, “Ketahuilah, aku menyuruh kau membangun rumah ini adalah untuk kenang-kenangan sekaligus penghargaan atas pengabdianmu bekerja disini bertahun-tahun.”</p>
<p>Mendengar ucapan sang majikan, kagetlah si pembantu. Perasaannya campur aduk. Ia merasa sangat malu dan cemas. Betapa tidak? Ia telah menghambur-hamburkan uang hasil korupsinya. Kini justru ia harus bertanggung jawab atas rumah yang selamanya akan mengingatkannya pada tindak korupsi yang mencoreng integritas dan pribadinya.</p>
<p>Cara terbaik untuk menentukan jenis karakter seseorang adalah dengan memberi kesempatan mereka menunjukkan tingkah laku mental dan moralnya saat mereka merasa sangat aktif dan benar-benar menikmati hidup. Karena pada saat itu pasti ada suara di dalam hati kecilnya yang mengatakan, “Inilah saya yang sebenarnya…”</p>
<p>sumber : btm3.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=10&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/cermin-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pemuda &amp; Kyai</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/seorang-pemuda-kyai/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/seorang-pemuda-kyai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah dan Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/seorang-pemuda-kyai/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/seorang-pemuda-kyai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=9&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="entrytext">
<p class="snap_preview">Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya dirumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.<span></span></p>
<p>Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?<br />
Kyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda<br />
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.<br />
Kyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya<br />
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan<br />
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya<br />
2. Apakah yang dinamakan takdir<br />
3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?</p>
<p>Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.<br />
Pemuda (sambil menahan sakit) : Kenapa anda marah kepada saya?<br />
Kyai : Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya<br />
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti<br />
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?<br />
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit<br />
Kyai : Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?<br />
Pemuda : Ya<br />
Kyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !<br />
Pemuda : Saya tidak bisa<br />
Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.<br />
Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?<br />
Pemuda : Tidak<br />
Kyai : Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?Pemuda : Tidak<br />
Kyai : Itulah yang dinamakan Takdir<br />
Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?<br />
Pemuda : kulit<br />
Kyai : Terbuat dari apa pipi anda?<br />
Pemuda : kulit<br />
Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?<br />
Pemuda : sakit<br />
Kyai : Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan.</p>
<p>sumber : btm3.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=9&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/seorang-pemuda-kyai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Pahlawan</title>
		<link>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/keluarga-pahlawan/</link>
		<comments>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/keluarga-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 17:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cyberdakwah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/keluarga-pahlawan/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Oleh: M. Anis Matta, Lc. Perenungan yang mendalam terhadap sejarah akan mempertemukan kita dengan satu kenyataan besar; bahwa sejarah sesungguhnya merupakan industri para pahlawan. Pada skala peradaban, kita menemukan, bahwa setiap bangsa mempunyai giliran merebut piala kepahlawanan. Di dalam &#8230; <a href="http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/keluarga-pahlawan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=8&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="entrytext">&nbsp;</p>
<p class="snap_preview">Oleh: <strong>M. Anis Matta, Lc.</strong></p>
<p>Perenungan yang mendalam terhadap sejarah akan mempertemukan kita dengan satu kenyataan besar; bahwa sejarah sesungguhnya merupakan industri para pahlawan. Pada skala peradaban, kita menemukan, bahwa setiap bangsa mempunyai giliran merebut piala kepahlawanan.<span></span> Di dalam komunitas besar sebuah bangsa, kita juga menemukan bahwa suku-suku tertentu saling bergiliran merebut piala kepahlawanan. Dan dalam komunitas suku-suku itu, kita menemukan, bahwa keluarga-keluarga atau klan-klan tertentu saling bergiliran merebut piala kepahlawanan itu.</p>
<p>Bangsa Arab, misalnya, pemah merebut piala peradaban. Tapi dari sekian banyak suku-suku bangsa Arab, suku Quraisy adalah salah satu yang pemah merebut piala itu. Dan dari perut suku Quraisy, keluarga Bani Hasyim, darimana Rasulullah SAW berasal, adalah salah satu klan yang pemah merebut piala itu.</p>
<p>Pada saat sebuah Marga atau klan melahirkan pahlawan-pahlawan bagi suku atau bangsanya, biasanya dalam keluarga itu berkembang nilai-nilai kepahlawan yang luhur, yang diserap secara natural oleh setiap anggota keluarga begitu ia mulai menghisap udara kehidupan. Kepahlawanan dalam klan para pahlawan biasanya terwariskan melalui faktor genetik, dan juga pewarisan atau sosialisasi nilai-nilai kepahlawanan itu. Apabila seorang pahlawan besar muncul dari sebuah keluarga, biasanya pahlawan itu secara genetis mengumpulkan semua kebaikan yang berserakan pada individu-individu yang ada dalam keluarganya.</p>
<p>Khalid Bin Walid, misalnya, muncul dari sebuah klan besar yang bemama Bani Makhzum. Beberapa saudaranya bahkan lebih dulu masuk Islam dan cukup berjasa bagi Islam. Tapi kebaikan-kebaikan yang berserakan pada saudara-saudaranya justru berkumpul dalam dirinya. Maka jadilah iayang terbesar. Umar Bin Khattab juga berasal dari klan yang sama dengan Khalid Bin Walid. Umar juga mengumpulkan kebaikan-kebaikan yang berserakan di tengah individu-individu keluarganya. Maka jadilah ia yang terbesar.</p>
<p>Tetapi diantara Khalid dan Umar terdapat kesamaan-kesamaan yang menonjol. Keduanya memiliki kesamaan pada bangunan fisik yang tinggi dan besar, serta wajah yang sangat mirip. Lebih dari itu kedua pahlawan mukmin sejati itu juga memiliki bangunan katakteryang sama, yaitu keprajuritan. Mereka berdua sama-sama berkarakter sebagai prajurit militer,</p>
<p>Pahlawan-pahlawan musyrikin Quraisy yang berasal dari klan Bani Makhzum juga memiliki kemiripan dengan Umardan Khalid. Misalnya, Abu jahal. Bahkan putera Abu Jahalyang bemama Ikrimah bin Abi Jahal, sempatmemimpin pasukan musyrikin Quraisy dalam beberapa peperangan melawan kaum muslimin, sebelum akhimya memeluk Islam. Kenyataan yang sama seperti ini juga terjadi pada keluarga-keluarga ilmuwan atau ulama, pemimpin politik atau sosial, keluarga pengusaha, dan seterusnya. Keluarga adalah muara tempat calon-calon pahlawan menemukan ruang pertumbuhannya.</p>
<p>Walaupun tetap menyisakan perbedaan pada kecenderungannya, Abbas Mahmud AI-Aqqad, yang menulis biografi kedua pahlawan jenius itu, mengatakan bahwa keprajuritan pada Umar bersifat pembelaan, tapi pada Khalid bersifat agresif. Agaknya ini pula yang menjelaskan, mengapa Khalid lebih tepat memimpin pasukan ekspansi, dan Umar lebih cocok memimpin negara. Pada kedua fungsi itu kecenderungan pada garis karakter keduanya terserap secara penuh, maka mereka masing-masing mencapai puncak.</p>
<p>sumber : btm3.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cyberdakwah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cyberdakwah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cyberdakwah.wordpress.com&amp;blog=779412&amp;post=8&amp;subd=cyberdakwah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cyberdakwah.wordpress.com/2007/05/11/keluarga-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c69f72504222970208dd43e95117b9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cyberdakwah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
